Kursus Bahasa Inggris

Belajar Bahasa Inggris
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2015

UI Raih Prestasi dalam Kontes Robot Terbang Indonesia


UI kembali menorehkan prestasi. Kali ini dalam ajang Indonesian Indoor Aerial Robot Contest atau Kontes Robot Terbang Indonesia yang berlangsung pada 17—20 September 2015 di Yogyakarta. 

Kontes robot yang telah diadakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tersebut, terdiri dari kategori SMA, Perguruan Tinggi dan Umum.

Dalam kontes tersebut, peserta ditantang untuk mendesain, membuat serta menerbangkan sebuah pesawat. Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta mendapatkan kompromi antara geometri pesawat, konstruksi dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang.

Tahun ini, kompetisi terdiri dari 3 kategori yaitu Vertical Take Off Landing (VTOL), Fix Wing dan Racing Jet. Pada kategori VTOL, yang dilombakan adalah Waterbase Fire Extinguisher (WFE) atau pemadaman api dengan menggunakan air dan Non Waterbase Fire Extinguisher (NWFE) atau pemadaman api dengan menggunakan media selain air. Kategori lomba inilah yang tahun ini diikuti oleh delegasi Universitas Indonesia.

Untuk kategori NWFE, UI berhasil meraih juara pertama. Universitas Indonesia diwakili oleh tim Garuda yang terdiri dari M . Taris Hadyantama (Teknnik Elektro), Aldwin Akbar Hermanudin (Teknik Komputer), dan Ricky Nauvaldy R. (MIPA). Dalam dua kali percobaan, Garuda berhasil melakukan take off, scanning otomatis pada tiga titik api, melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan media selain air, dan landing otomatis pada dua titik home di dua kali uji coba.

Sementara itu, pada kategori WFE, UI diwakili oleh tim Athena yang terdiri dari Irwan Dharmawan (FIB), Muhammad (Teknik Industri) dan Raden Muhammad Adrian Septiandry (Fasilkom). Dalam dua kali percobaan, Athena berhasil melakukan take off, scanning titik api, melakukan upaya pemadaman meski tidak tepat sasaran, dan landing otomatis pada titik home di trial kedua. Pada kategori ini, delegasi berhasil meraih juara 4.
Sumber: ui.ac.id

Selasa, 22 September 2015

UGM Jadi Juara Kontes Robot Terbang



Universitas Gadjah Mada berhasil menjadi juara umum dalam Kontes Robot Terbang (KRTI) 2015 yang dilaksanakan di Lapangan Gading, Playen, Gunungkidul 17-20 september lalu.

 Kompetisi pesawat nirawak ini diikuti 71 peserta dari 29 perguruan tinggi ini. Pada penutupan KRTI sekaligus pengumuman pemenang sabtu malam (19/9) di Balairung UGM, diketahui tim dari UGM berhasil menang dalam dua kategori dan mendapat empat penghargaan dari tiga divisi yang diperlombakan; fixed wing, racing jet , dan vertical take off and landing.

Tim Gama Force II dari UGM berhasil menjadi juara pertama dalam kelas mapping dan monitoring untuk divisi Fixed Wing. Bahkan tim ini mendapat dua penghargaan khusus untuk kategori ide dan desain terbaik dalam divisi ini. Selanjutnya dua penghargaan lainnya, Tim Horse Fly UGM berhasil menyabet penghargaan desain terbaik dalam kategori divisi Racing Jet . Sedangkan Tim Gadjah Mada Fighting Copter-1 berhasil menyabet penghargaan khusus untuk sistem terbaik dalam divisi vertical take off and landing.

Adapun pemenang dalam kelas light weight untuk divisi Racing Jet diraih oleh tim dari Universitas Andalas sebagai juara pertama, disusul Politeknik Elektronika Negeri Surabaya juara kedua. Sementara kelas heavy weight , juara pertama dimenangkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Sedangkan untuk kelas water based fire extinguisher divisi vertical take off and landing dimenangkan Universitas Telkom, disusul STMIK Teknokrat dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Lalu untuk kelas non water based fire extinguisher dimenangkan oleh tim Garuda dari Universitas Indonesia, disusul Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universitas Telkom.

Dr. Djoko Sarjadi selaku anggota dewan juri mengatakan kompetisi KRTI tahun ini banyak menghasilkan karya-karya yang siap diaplikasikan di masyarakat. Menurutnya salah satu pesawat nirawak karya para mahasiswa ini sudah mampu menghasilkan foto peta dengan kualitas baik. “Saya salut kepada peserta yang tidak pernah mendapatkan pelajaran tentang pesawat namun bisa membuat pesawat,” kata Djoko.

Djoko berharap di tahun mendatang semakin banyak karya mahasiswa yang bisa diimplementasikan ke masyarakat. Bahkan pihaknya siap dan mendukung start up company berbasis hasil riset.

Sumber: ugm.ac.id

Rabu, 19 Agustus 2015

FK UGM Juara 1 Olimpiade Fisiologi Internasional



Mahasiswa UGM kembali berprestasi di ajang internasional. Kali ini lima mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang berunjuk gigi dengan meraih juara 1 olimpiade fisiologi tingkat internasional, 13 Inter-Madical School Physiologi Quiz (IMSPQ) 2015 di University of Malaya, Kuala Lumpur Malaysia. IMSPQ tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-13. IMSPQ itu sendiri merupakan kompetisi bergengsi tingkat internasional di bidang faal manusia.
Lima mahasiswa hebat yang mewakili FK UGM dalam ajang tersebut yaitu Marcellus Korompis, Francisco Gilbert T, Moh. Galih Pratama, Widyan Putra Anantawikrama dan Danny Agus Pramana W.
Tim UGM berhasil menjadi juara setelah mengalahkan 92 tim lain yang berasal dari Asia dan Eropa. IMSPQ terdiri dari test tertulis maupun lisan yang menyangkut bidang ilmu faal manusia. Dalam kompetisi tersebut tidak ada sistem gugur pada tes tertulis di hari pertama. Skor tertulis digunakan untuk menentukan peringkat tim pada kompetisi lisan di hari kedua.
"Salah satu resep kemenangan kami adalah banyak belajar dengan kakak angkatan maupun soal-soal sebelumnya," tutur Anantawikrama.
Setiap tahun tim FK UGM selalu menunjukkan peningkatan prestasi dalam kompetisi ini. Tahun lalu mereka berhasil meraih juara 4 pada IMSPQ tersebut. Atas torehan prestasi FK UGM yangselalu menempati 8 besar dan meningkat setiap tahun maka FK UGM dipercaya menjadi tuan rumah IMSPQ ke-14, 29-30 Juli 2016.

Kamis, 13 Agustus 2015

Nanda Najih Raih Best Engineering Project di Summer Research Program UASLP Meksiko



Nanda Najih Habibi Afif, mahasiswa Fakultas Teknik Geologi Unpad berhasil meraih penghargaan “Best Engineering Project” pada kegiatan Summer Research Program di Universidad Autonoma de San Luis Potosi (UASLP) pada 8 Juni hingga 17 Juli lalu.
Penghargaan tersebut diperoleh karena menyelesaikan risetnya di bidang Geoteknik dengan baik. Mahasiswa yang akrab disapa Najih ini menyelesaikan risetnya tentang kondisi kestabilan tanah di dua lokasi pertambangan di Meksiko, yakni di Querétaro dan San Luis Potosi. Selama 6 minggu, ia bersama Prof. José Rafael Barboza Gudiño dan Prof. Lorenzo Borselli, profesor penampingnya, melakukan penelitian di lokasi yang kaya akan material perak.
“Kondisi geologi di lapangan sangat tidak stabil, banyak sesar dan terjadi gempa tektonik. Tapi di sana sangat ekonomis,” papar Najih saat diwawancarai Humas Unpad, Selasa (11/08).
Dalam program ini, Najih masuk pada kategori engineering batch di bawah Faculted de Ingenieria dan Instituto de Geologia, UASLP. Ia pun diminta melakukan pemetaan mengenai kawasan mana yang strategis ditambang atau berbahaya untuk ditambang.
Meski berlangsung saat bulan Ramadhan, Najih tetap semangat melakukan penelitian. Waktu puasa di Meksiko yang jauh lebih lama dengan Indonesia tidak menghalangi totalitasnya dalam melakukan penelitian. “Mereka (Profesor) juga sangat welcome terhadap mahasiswanya,” kata Najih.
Hasil dari penelitian tersebut ialah menghasilkan pemodelan mengenai lokasi pertambangan yang aman, potensial ditambang, maupun berbahaya untuk ditambang di kawasan Querétaro dan San Luis Potosi. Penelitian tersebut kemudian dipresentasikan dalam bentuk sidang terbuka di hadapan audien dan tim penguji.
Kerja kerasnya berbuah hasil. Ia berhasil meraih hasil riset terbaik untuk kategori keteknikan dengan aspek penilaian yang meliputi urgensi riset, ketajaman analisis, kaidah ilmiah, nilai kemanfaatan, serta kemampuan mempertahankan hasil riset pada saat presentasi. Angka rerata kredit poinnya mencapai 9,76/10.
Program ini terselenggara atas kerja sama Unpad melalui UPT Kerja Sama dengan UASLP yang baru digelar pertama pada 2015 ini. Program ini melibatkan sejumlah peserta dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Meksiko, Jerman, Indonesia, Jepang, Canada, Spanyol, Italia, Perancis, Costa Rica, Colombia, dan negara lain di kawasan Amerika Latin.
Selain Najih, Unpad juga mengirimkan Bunga Diela dari Fakultas Kedokteran. Keduanya pun satu-satunya wakil Indonesia pada ajang tersebut.
Terlepas dari penghargaan yang diraihnya, Najih mengaku mendapatkan banyak ilmu selama mengikuti program tersebut. “Di sana juga banyak teman-teman dengan negara lain, sehingga saya bisa diskusi dengan cara belajar geologi di negaranya bagaimana,” kata Najih.
Najih juga mendapat tawaran oleh perusahaan terkait untuk bekerja di bagian Geotechnical Modelling Department serta tawaran beasiswa program magister di UASLP dan UNAM (Universidad Nacional Autonoma de Mexico). Namun, mahasiswa angkatan 2012 ini punya rencana lain.
“Saya ingin fokus menyelesaikan skripsi saya dulu di Unpad,” pungkasnya.*

Selasa, 11 Agustus 2015

M. Dandy Amar (Mahasiswa Upad) Raih Best Marketing Programmes IDEA di National Taiwan University



Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Unpad, Muhammad Dandy Amar berhasil meraih penghargaan dalam Intercultural Discovery and Exchange in Asia Project (IDEA) 2015 yang digelar International Seers Organization di National Taiwan University pada 19 hingga 26 Juli 2015 lalu. Bersama timnya, ia meraih penghargaan sebagai Best Marketing Programmes.
Penghargaan tersebut ia raih atas projek yang mereka buat untuk lebih mengenalkan pangan Asia Tenggara pada dunia. Adapun tema dari kegiatan IDEA 2015 sendiri adalah mengenai berbagi pemahaman tentang kebudayaan Asia. Selain Dandy yang berasal dari Indonesia, tim tersebut terdiri dari 5 peserta lain yang berasal dari Perancis, Vietnam, Jepang, dan Taiwan. Proyek tersebut dibuat setelah empat hari melakukan diskusi kelompok dan penelitian lapangan.
Selain tim pangan, pada kompetisi tersebut ada 5 tema lain yang dipertandingkan. Setelah presentasi dan memberikan solusi, tim Dandy pun berhasil meraih penghargaan Best Marketing Programmes. Salah satu solusi yang diajukan adalah mengenai bagaimana pemerintah menyeleksi warga negaranya sebelum bekerja ke luar negeri. Menurut Dandy, harus ada kriteria-kriteria tertentu sebelum warga di suatu negara dapat bekerja di luar negeri. Salah satunya adalah pemahaman budaya daerah dimana ia berasal, dan komitmen untuk mengenalkan budaya itu di negara tempat ia bekerja.
“Sebelum bekerja keluar (negeri) di tes dulu pengetahuan budaya itu sendiri. Jadi di sana mereka bisa memperkenakan (budaya) juga. Jadi enggak hanya bekerja mencari uang,” ujar Dandy.
Solusi lain, adalah membuat night market khusus untuk Asia Tenggara. Di sini, akan tersedia aneka pangan khas Asia Tenggara. “Tujuannya untuk memperkenalkan lebih luas lagi sumber-sumber makanan,” ujar mahasiswa Agroteknologi angkatan 2013 ini.
Bukan hanya sebagai media pengenalan pangan, diharapkan pada perkembangannya, night market ini akan menjadi pusat perbelanjaan sekaligus pusat pengenalan kebudayaan Asia Tenggara.
Selain menyusun proyek tersebut, pada IDEA 2015 para peserta juga mengikuti serangkaian kegiatan lain, seperti diskusi kebudayaan dan berbagi pengalaman bersama para narasumber. 
Selain Dandy, mahasiswa Unpad lain yang juga turut berpartisipasi pada ajang tersebut adalah Ranthi Whesi, mahasiswa Agroteknologi angkatan 2012.
Penghargaan yang diraih Dandy pada penghargaan tersebut pun dijadikannya sebagai motivasi untuk meraih yang lebih baik lagi di ajang internasional. “Menurut saya habis ikut ini terus dapat penghargaan, ya selain bangga tuh saya jadi dapat motivasi baru. Saya berjuang tuh enggak sia-sia. Di sana enggak cuma main-main. Karena saya pulang dapat hasil. Yang terpenting termotivasi gimana caranya keluar (negeri) lagi,” tuturnya.

Sumber: Unpad.ac.id

Jumat, 07 Agustus 2015

Unikom Raih Emas, UGM Raih Emas Dan Perak


Gadjah Mada Aerospace Team kembali memberikan prestasi yang membanggakan pada ajang Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) 2015 yang diselenggarakan di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat pada tanggal 2-5 Agustus 2015. Dalam kompetisi tersebut Gadjah Mada Aerospace Team sukses menyabet juara 1 pada kategori Muatan Roket dan juara 2 pada kategori roket EDF.
Mahasiswa UGM yang berhasil meraih juara 1 pada kategori muatan roket, yaitu Muhammad Randi Ritvaldi,Dwi Aji Kurniawan, Ardita Wiratama, Edo Probolaksono Aganinggar, Luthfan Nur Ubai, Dera Rachmawaty Kusuma, Ghafar Ramadhan Fakih, Naufal Imaduddin, Yudha Bakti Nugroho, dan Andi Surya Rakhmawan.
Sementara untuk juara 2 kategori roket EDF terdiri atas Wisnu Pamungkas, Aji resindra Widya, Fahdy Nashatya, Handoko Kustanto, Arief Rizkyawan, Bayu Satria Buwana, Naufal Idharuddin Nasiri, Thundra Akbar Sudarsono, Shodiq Jati Premono, Maulana Ridwan Fathoni, Dhanimsya Hudasaputra, Aditya Fadzilah, Fatimah Tri Windrasti, Dyah Pribandaru Nirmalasari, Zulfikar Mujahid, Bhima Caraka, Rendi Fitranu, Mario Adhi, serta Randi Aldo.
“Tim UGM berjaya pada kompetisi ini setelah meraih emas dan perak,”kata salah satu anggota tim Dyah Pribandaru, Kamis (6/8) di UGM.
Dyah menuturkan penyelenggaraan Komurindo dan Kombat 2015 diikuti oleh 56 tim dari 27 universitas di Indonesia yang terdiri dari 20 tim peserta kompetisi kategori muatan roket, 20 tim peserta kategori roket EDF, dan 16 peserta Kombat. Keseluruhan tim tersebut telah lulus dalam seleksi tahap I dan II, serta telah mengikuti workshop sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi para peserta.
“Beberapa tahap seleksi tersebut diantaranya evaluasi proposal, evaluasi laporan perkembangan, kemudian diadakan workshop, dan pelaksanaan kompetisi di Lanud TNI AU, Pameungpeuk Garut Jawa Barat. Sebelum akhirnya dilaksanakan uji fungsional dan uji terbang,”imbuhnya.
Secara lengkap hasil kompetisi kategori muatan roket, yaitu juara 1 Gathotkaca UGM, juara 2 StarPENSky-X4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan juara 3 Krakatau 5.6 STMIK Teknorat Bandar Lampung.
Sedangkan untuk kategori roket EDF, juara 1 disabet oleh DIRK RKF-SCUTUM Universitas Komputer Indonesia, juara 2 UFO UGM, dan juara 3 Flashships Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Pada kompetisi kategori Balon Atmosfer juara 1 diperoleh Arakula APTRG Universitas Telkom, juara 2 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan juara 3 ERGSAT-XI VI5 Universitas Komputer Indonesia.

Sumber: ugm.ac.id

Rabu, 05 Agustus 2015

UGM Raih Tiga Penghargaan International Mathematics Competition 2015 Bulgaria

Mahasiswa UGM kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Kali ini prestasi berhasil diraih dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) yang digelar di Blagoevgrad, Bulgaria pada 27 Juli sampai 2 Agustus 2015 lalu. Dalam olimpiade tersebut tiga mahasiswa UGM berhasil menyabet medali emas, medali perak serta penghargaan honorable mention.
Tiga mahasiswa pengharum bangsa tersebut adalah Pramudya Ananto (Teknik Elektro) peraih medali emas, Made Benny Prasetya (Matematika 2011) peraih medali perak, serta Willy Sumarno (Matematika 2012) mendapatkan honorable mention. Mereka mewakili Indonesia bersama beberapa mahasiswa dari kampus lainnya diantaranya lima mahasiswa dari ITB dan satu mahasiswa UI.
Disampaikan oleh Pramudya sang peraih medali emas, International Mathematics Competition tersebut diikuti oleh 326 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari seluruh dunia. Selama dua hari para peserta  berkompetisi mengerjakan sejumlah soal yang diberikan panitia. Setiap harinya peserta diberikan lima buah soal esai dengan tingkat kesulitan semakin tinggi disetiap nomornya.
Bagi Pramudya, ini bukan yang pertama kali ia bertarung dalam ajang dalam olimpiade matematika internasional. Tahun 2014 lalu ia juga mengikuti olimpiade serupa dan berhasil meraih medali perak. Tahun ini ia berhasil mewujudkan impiannya untuk meraih prestasi yang lebih baik. Atas prestasinya tersebut, Pramudya mendapatkan beasiswa meneruskan kuliah sampai program doktor dari Dikti.
Selain tiga mahasiswa UGM, prestasi juga berhasil diraih oleh mahasiswa ITB yang berhasil meraih 1 emas, 3 perunggu serta 1 honorable mention.
Sumber: ugm.ac.id

Selasa, 26 Mei 2015

Unpad Raih Juara Umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Ilmu Tanah Nasional 2015



Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (Unpad) berhasil meraih juara Umum pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Ilmu Tanah Nasional (Pilmitanas). Pilmitanas merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia (Fokushimiti) setiap dua tahun sekali. Untuk tahun ini kegiatan tersebut diselenggarakan di Universitas Andalas Padang.
Dalam Pilmitanas 2015 ini, tim Unpad
diwakili oleh 11 Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Keprofesian Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan (Himatan) Faperta Unpad. 11 Mahasiswa tersebut yaitu Adiyasa Muda Zannatan, Riandi Dhika Nugraha, Priyanka, Annisa Khairani, Elis Nuraeni, Zaky Abdul Haris, Junius Noval Sijabat, Ary Satria Lubis, Chantik Mega Fauziah Ali, Allan Cahyadi Fardhani dan Arjuna Judeo Sipayung. Merka terpilih mewakili Unpad setelah mengikuti serangkaian seleksi yang dilakukan oleh Himatan Faperta Unpad. Sebelas mahasiswa tersebut dibagi ke dalam dua kelompok yaitu 5 orang sebagai peserta kompetisi dan 6 orang tim managerial.
Elis, Junius dan Ary bertarung dalam Kompetisi Debat, dengan tema yang diangkat yaitu "Transfer Teknologi dalam Upaya Mendukung Pertanian Berkelanjutan". Sementara itu pada Kompetisi Poster diwakili oleh Chantik Mega Fauziah yang mempersembahkan karyanya yang berjudul "Jembatan Kualitas Tanah Indonesia". Pada Kompetisi Fotografi, Zaky memberikan karyanya yang bertema "Degradasi Lahan". Kemudian pada Soil Judging Contest diwakili oleh Ary, Elis dan Junius dengan mengangkat tema "Pendeskripsian Tanah untuk Meningkatkan Kualitas Tanah".
Gelar juara umum akhirnya diraih setelah mereka berhasil menjuarai beberapa kompetisi dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pada kompetisi Soil Debat, Fotografi Ilmiah dan Poster Ilmiah, mereka berhasil menjadi Juara 1. Sementara itu pada Soil Judging Contest mereka meraih Juara 3 dan menjadi Juara Favorit Poster Ilmiah.
Gelar Juara Umum ini adalah yang ketiga kalinya diraih oleh Unpad setelah sebelumnya menjadi Juara Umum pada Pilmitanas 2009 di UGM dan Pilmitanas 2011 di IPB.
Sumber: Unpad
Baca Juga
Ini Dia Cara Memasak Nasi Agar Kalorinya Berkurang 50-60 Persen